Masuk semifinal, Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia jaga harapan Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia



JAKARTA — Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, berhasil memastikan tiket ke babak semifinal Badminton Asia Championships 2026. Mereka mengalahkan wakil Chinese Taipei, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee, dengan skor 21-15 dan 21-18 dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Ningbo, China, pada Jumat (10/4/2026).

Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi pasangan Merah Putih di ajang bergengsi tingkat Asia. Fajar mengakui bahwa laga tidak mudah karena lawan memiliki pertahanan yang rapat serta strategi permainan yang terorganisir. Ia menekankan pentingnya kesabaran untuk bisa membongkar pertahanan lawan.

“Kami tahu pertahanan mereka sangat baik, jadi kami harus sabar dan tidak terburu-buru,” ujar Fajar.

Sejak awal pertandingan, Fajar/Fikri mencoba mengendalikan tempo dengan variasi serangan dan penempatan bola yang cermat. Strategi ini cukup efektif untuk meredam agresivitas lawan sekaligus membuka celah demi mencuri poin.

Memasuki gim kedua, tekanan meningkat setelah Fajar/Fikri sempat tertinggal. Namun, pasangan Indonesia ini mampu menjaga fokus dan secara perlahan membalikkan keadaan melalui reli-reli panjang yang menguras stamina lawan.

Fajar menegaskan bahwa kunci kemenangan adalah ketahanan mental dan konsistensi selama pertandingan. Mereka tetap menekan tanpa memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.

“Kami tidak ingin menyerah, terus mencoba sampai bisa membalikkan keadaan,” kata Fajar.

Menurut Fajar, keberhasilan masuk semifinal menjadi dorongan moral yang penting. Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus belum boleh bergeser dari persiapan menghadapi laga berikutnya yang dipastikan lebih berat.

“Senang bisa masuk semifinal, tapi harus tetap fokus untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Fikri menyoroti peran komunikasi dalam menjaga ritme permainan, terutama saat tertinggal di gim kedua. Ia menyebut koordinasi yang baik membuat mereka mampu menemukan solusi di tengah tekanan.

“Kunci hari ini adalah komunikasi, kami terus cari cara untuk mengejar,” kata Fikri.

Selain itu, Fikri mengungkapkan analisis terhadap permainan lawan menjadi faktor penentu. Ia menyebut pasangan Taipei tampil rapi, namun tetap memiliki celah yang bisa dimanfaatkan.

“Kami lihat permainan mereka sebelumnya, akhirnya bisa menemukan celah,” ujarnya.

Fajar/Fikri menyusul ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sebelumnya sukses melaju ke semifinal setelah mengalahkan wakil Jepang, Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi, dengan skor 21-12 dan 21-16.

Pratiwi bersyukur atas pencapaian tersebut, sembari menegaskan perjuangan belum usai. “Senang bisa ke semifinal, tapi masih ada babak berikutnya,” ujarnya.

Fadia menambahkan, kemenangan diraih berkat kontrol permainan sejak awal serta komunikasi yang terjaga menghadapi unggulan keenam tersebut. Ia berharap pencapaian ini menjadi pijakan untuk bersaing di level tertinggi.

Sayangnya, pasangan ganda putri Indonesia lainnya, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, harus terhenti di perempat final usai kalah dari unggulan Jepang, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto, dengan skor 11-21 dan 16-21. Rachel mengakui kurang tenang menjadi faktor utama, terutama saat gagal menjaga keunggulan di gim kedua.

Adapun tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, juga tersingkir di babak delapan besar setelah kalah dari pemain muda India, Ayush Shetty, dengan skor 21-23 dan 17-21. Jonatan menilai lawannya memiliki karakter permainan mirip Viktor Axelsen, dengan postur tinggi dan serangan tajam, sekaligus mengakui kegagalannya memaksimalkan momentum krusial di gim pertama.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *