Inter Milan Kehilangan Kekuasaan, Como Berani Melawan



Pertandingan antara Como 1907 melawan Inter Milan dalam pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 berlangsung sangat menarik. Tim asuhan Cesc Fabregas berhasil memberikan perlawanan yang luar biasa, bahkan membuat Inter Milan merasa kewalahan dengan jumlah tembakan yang mencapai 20 kali.



Pelatih I Lariani, Cesc Fabregas, menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat dan perjuangan yang ditunjukkan oleh Nico Paz dan rekan-rekannya saat menghadapi Inter. Meski akhirnya kalah 4-3, performa tim muda ini dianggap sebagai bukti bahwa mereka telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Senin (13/4/2026) dini hari WIB menjadi momen penting bagi Como. Tim asuhan Fabregas datang dengan tekad untuk menjaga asa lolos ke Liga Champions musim depan, sementara Inter Milan tampil sebagai pemuncak klasemen sementara.

Awal pertandingan berjalan cukup baik bagi Como. Mereka membuka keunggulan lewat gol-gol yang dicetak oleh Alex Valle dan Nico Paz. Namun, Inter Milan memperkecil ketertinggalan di akhir babak pertama melalui gol Marcus Thuram.

Di babak kedua, Inter Milan melakukan comeback yang luar biasa. Thuram kembali mencetak gol, membuat skor menjadi 2-2. Selanjutnya, Denzel Dumfries mencetak dua gol yang membawa Inter unggul 4-2. Tuan rumah sempat memperkecil jarak melalui penalti Lucas Da Cunha sebelum pertandingan berakhir.

Meskipun kalah, Fabregas tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Como berhasil melepaskan 23 tembakan dengan 8 shot on target. Mereka juga unggul dalam penguasaan bola hingga 53 persen dan memiliki akurasi operan sebesar 91 persen.

Fabregas mengakui bahwa kesalahan yang dilakukan timnya memang berdampak pada kekalahan. Namun, ia menilai bahwa hasil tersebut menunjukkan perubahan besar dari Como dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Saya tidak tahu posisi kami di klasemen,” ujar Fabregas. “Tapi tim saya membuktikan bahwa mereka berani, bersemangat, dan menunjukkan karakter meski dalam kekalahan.”

Ia juga menyebutkan bahwa jika dulu orang akan mengira pertandingan seperti ini hanya sekadar laga persahabatan, kini Como benar-benar bertarung secara kompetitif. “Jika Anda mengatakan kepada saya dua tahun lalu bahwa kami akan menantang Inter seperti ini, saya akan mengira kami telah mengatur pertandingan persahabatan.”

Kekalahan dari Inter Milan membuat Como terlempar dari empat besar klasemen sementara. Mereka kini berada di peringkat kelima dengan 58 poin. Juventus kini mengambil alih posisi empat besar setelah menang atas Atalanta.

Persaingan untuk mendapatkan tiket Liga Champions diprediksi akan sangat sengit hingga pekan terakhir. Dengan begitu, Como harus bekerja keras demi menciptakan sejarah musim depan. Di laga berikutnya, klub milik orang Indonesia tersebut akan menghadapi Genoa dalam pekan ke-33.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *